Kasus Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Komnas HAM Tunggu Sikap Tegas Istana

- 6 Agustus 2022, 13:45 WIB
Bharada E resmi jadi tersangka dalam kasus kematian Brigadir J.
Bharada E resmi jadi tersangka dalam kasus kematian Brigadir J. /Antara/M Risyal Hidayat

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga ada indikasi pengaburan barang bukti dalam kasus polisi tembak polisi di rumah Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan meski pihaknya belum bisa menyimpulkan indikasi pengaburan bukti tersebut ada dalam kasus ini.

"Saya tadi katakan upaya-upaya mengaburkan pristiwa ada indikasi itu, tapi kita belum berani menyimpulkan," ucapnya kepada wartawan saat dihubungi, Jumat 5 Agustus 2022.

Karena itu, Taufan berpendapat bahwa istana harus memberikan arahan yang lebih tegas lagi kepada tim khusus dalam pengungkapan kasus polisi tembak polisi.

Baca Juga: Komnas HAM Curiga Keterangan Internal Polri di Kasus Kematian Brigadir J Berbeda

"Makanya menurut saya yang paling penting bagaimana kapolri dengan pihak istana berikan arahan yang tegas lagi supaya timsus betul-betul bekerja untuk buka maslah ini seterang-terangnya," katanya.

Taufan menyatakan pihaknya sangat mendesak agar Polri bisa mengungkap kamera pengintai atau CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Fokus utama Komnas HAM saat ini adalah bagaimana mengungkap CCTV di TKP kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

Komnas HAM tidak bisa hanya bertumpu terhadap keterangan Bharada E sebagai saksi hidup dalam kasus ini.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network