Entomolog Kesehatan: Obat DBD hingga Saat Ini Belum Ditemukan, Vaksinnya Masih Dikembangkan

- 16 Mei 2022, 09:30 WIB
Ilustrasi nyamuk. Entomolog Kesehatan mengingatkan bahwa obat dan vaksin DBD belum ada.
Ilustrasi nyamuk. Entomolog Kesehatan mengingatkan bahwa obat dan vaksin DBD belum ada. /Pixabay/WikiImages

PIKIRAN RAKYAT - Entomolog Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jawa Barat, Fairuz Hayati mengingatkan bahwa obat dan vaksin untuk melumpuhkan Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus pada kasus demam berdarah dengue (DBD) belum ada. 

Sehingga, kata dia, penting untuk masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan terinfeksi nyamuk penyebab DBD.

Adapun faktor utama penyembuhan, menurutnya, yaitu dengan kekebalan tubuh penderitanya yang tentu berbeda-beda. 

"Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih terus dikembangkan, maka cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus di lingkungan kita," ujarnya pada Minggu, 15 Mei 2022.

Baca Juga: Negara Eropa Berbondong-bondong Masuk NATO, Rusia Hadapi 'Jalan Buntu'

3M plus yang dimaksudkan Fairuz yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan. 

Selain itu, mencegah gigitan dan pengembangbiakan nyamuk juga perlu dilakukan dengan delapan langkah. 

Adapun delapan langkah yang disarankan Fairuz yakni, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidak menggunakan kelambu dan memasang kawat kasa di lubang ventilasi. 

Kemudian, menggunakan lotion antinyamuk, tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai, memasang perangkap telur nyamuk yang disebut ovitrap/lavitrap/mosquito trap, dan pengendalian larva atu jentik nyamuk dengan pemberian larvasida yang bertujuan untuk membunuhnya. 

Halaman:

Editor: Yunita Amelia Rahma


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network