Sebut Aksi Terorisme Tak Berkaitan dengan Agama, Moeldoko: Kita Harus Maafkan

- 6 Agustus 2022, 16:45 WIB
Ilustrasi terorisme.
Ilustrasi terorisme. /Pixabay.com/Kalhh

PIKIRAN RAKYAT - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko berujar jika aksi terorismen tidak berkaitan dengan agama apapun.

Aksi terorisme beberapa kali terjadi di Indonesia dan memakan korban jiwa.

Contoh terorisme dengan aksi pengeboman yaitu Bom Bali I (2002), Bom JW Marriot (2003), Bom Bali II (2005), Bom Ritz Carlton (2009), Bom Masjid Az-Dzikra Cirebon (2011), Bom Sarinah (2016), Bom Mapolresta Solo (2016), Bom Kampung Melayu (2017), serta Bom Surabaya dan Sidoarjo (2018).

Aksi terorisme tidak hanya berbentuk melalui pengeboman, tetapi juga tindakan lainnya yang mengancam nyawa orang.

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Komnas HAM Tunggu Sikap Tegas Istana

Disebutkan Moeldoko, aksi terorisme tersebut tidak bisa dikaitkan dengan agama tertentu.

"Apa pun alasannya, semua ajaran agama menilam aksi teror. Jadi aksi terorisme tidak bisa berlindung di balik agama," kata Moeldoko.

Meskipun aksi terorisme merupakan suatu tindak kejahatan yang berat, Moeldoko berujar bahwa hal tersebut bisa dimaafkan.

"Saya sepakat kita harus memaafkan aksi-aksi terorisme. Namun, jangan pernah melupakan peristiwa tersebut agar kita selalu waspada," ujar Moeldoko.

Halaman:

Editor: Christina Kasih Nugrahaeni

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network