Pakai Strategi ABCD untuk Tumbuhkan Kemandirian Anak Selama #diRumahAja

- 19 Mei 2022, 06:15 WIB
Ilustrasi anak menonton kartun. Simak deretan kartun yang masih layak untuk ditonton anak, animasi dengan karakter yang membantu anak berkembang.
Ilustrasi anak menonton kartun. Simak deretan kartun yang masih layak untuk ditonton anak, animasi dengan karakter yang membantu anak berkembang. /Pixabay/Viki_B

PIKIRAN RAKYAT - Kemandirian merupakan salah satu perkembangan dasar yang perlu dimiliki anak sejak dini sebagai bagian dari cara anak untuk memahami kebutuhan dirinya, utamanya dalam hal self-regulated learning yakni keinginan anak untuk memiliki semangat belajar yang ditandai dengan kemampuan mengatur dan menjalani rutinitas sehari-hari untuk keberhasilan belajarnya.

Sikap kemandirian dalam belajar ini perlu ditumbuhkan sejak dini, bahkan selama anak beraktivitas di rumah yang saat ini dialami oleh sebagian besar anak di jenjang pendidikan dini selama darurat kesehatan penyebaran virus Covid-19.

Lebih luas lagi kemandirian merupakan kemampuan dasar bagi pengembangan nilai-nilai karakter, yakni kemampuan memiliki inisiatif untuk memenuhi kebutuhan diri dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain seperti dasar dari terbentuknya sikap menolong, sikap empati, serta nilai karakter lainnya.

Tantangan yang dihadapi orangtua saat ini adalah menumbuhkan kemandirian pada anak selama beraktivitas dirumah, yang pada beberapa kasus anak-anak cenderung enggan untuk bangun pagi, sarapan hingga menyiapkan kegiatan belajar karena aktivitas untuk pergi ke sekolah menjadi hilang dimasa pandemi ini.

Baca Juga: Tips agar Anak Semangat Sekolah Setelah Libur Panjang, Mudah Dipraktikkan Orangtua

Hal ini juga dialami orangtua untuk mengatur strategi pengasuhan kemandirian selama dirumah, seringkali orangtua mengalami kelelahan dalam mengasuh anak atau yang dikenal dengan parental burnout, mendidik, hingga pada pengaturan rumah tangga apalagi jika harus bekerja, yang melanda hampir sebagian besar orangtua di Indonesia.

Parental burnout ditandai dengan emosi orangtua yang meledak-ledak, seperti membentak anak, berteriak, hingga berakhir pada tindakan kekerasan seperti memukul, mencubit, atau membiarkan anak untuk melakukan aktivitasnya sendiri. Padahal seyogyanya pengasuhan orangtua merupakan dasar dari terbentuknya karakter anak.

Dapat dibayangkan jika anak-anak tumbuh dalam keluarga yang seringkali membentak, penuh tekanan akademis karena harus menyelesaikan tugas sekolah, hingga longgarnya kedekatan anak dan orangtua, nampaknya sulit untuk merealisasikan kemandirian belajar apalagi self regulated learning yang lebih luas.

Orangtua dapat melakukan strategi A-B-C-D untuk menumbuhkan kemandirian sebagai bagian dari kesiapan sekolah dan pengembangan karakter anak, melalui cara berikut ini:

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network