Pentingnya Merawat Kebhinekaan di Tengah Ancaman Konflik SARA

- 6 Agustus 2022, 23:58 WIB
Prof Sutoyo menyampaikan pentingnya menjaga kebhinekaan dalam upacara pengukuhan dirinya sebagai guru besar Unisri Surakarta
Prof Sutoyo menyampaikan pentingnya menjaga kebhinekaan dalam upacara pengukuhan dirinya sebagai guru besar Unisri Surakarta /Klasik Herlambang/Karanganyar News

KARANGANYARNEWS - Kebhinekaan menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki bangsa ini dan harus dijaga. Sebab beragam konflik bisa muncul saat kebhinekaan tidak dijaga dengan baik.

Upaya menjaga kebhinekaan ini menjadi perhatian serius bagi Prof. Dr. Drs. Sutoyo, MPd, guru besar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, dalam upacara pengukuhan gelarnya pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Mengangkat tema ‘Merawat Kebhinekaan Nusantara sebagai upaya Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia Berbasis Internalisasi Nilai-nilai Pancasila di Era Digital’ dalam pidato pengukuhannya, Sutoyo melihat bahwa ancaman kebhinekaan sangat terbuka pada saat ini.

Baca Juga: Ratusan Bintara Polri Lulus Pendidikan. Sebagian akan Ditempatkan di IKN

“Bentuk ancaman yang bisa muncul di antaranya ujaran kebencian, hoaks dan yang lainnya. Yang bila dibiarkan bisa memicu terjadinya konflik SARA," ujar Sutoyo.

Menurut Sutoyo, ancaman-ancaman tersebut bisa muncul karena beberapa factor, antara lain kemisikinan, kesenjangan sosial, ketidakadilan, globalisasi dan rendahnya pemahaman, penjiwaan dan pengamalan Pancasila.

Karena itulah Sutoyo menegaskan perlunya untuk meningkatkan pemahaman terhadap Pancasila guna mengatasi segala persoalan yang muncul.

“Menanamkan nilai-nilai toleransi menjadi salah satu faktor utama untuk mencegah terjadinya ancaman pada kebhinekaan. Dan hal ini juga harus terus dipertahankan dengan pemahaman berkelanjutan serta selalu menggelorakan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.

Baca Juga: Jangan Koleksi Keris yang Cacat Fisik, Ini Akibatnya

Halaman:

Editor: Andi Penowo


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x