Dorong UMKM Berdikari, Cara Ganjar Pranowo Dinilai Ekonom Tepat Atasi Kemiskinan

- 24 Juni 2022, 07:50 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo datang menyapa para pelinting di pabrik rokok Rajan Nabadi, Kudus, Jateng,
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo datang menyapa para pelinting di pabrik rokok Rajan Nabadi, Kudus, Jateng, /dok. Pemprov Jateng


PIKIRAN RAKYAT
- Pembinaan dan pelatihan UMKM menjadi strategi pengentasan kemiskinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai tepat oleh ekonom FX Sugiarto. Sebab menangani kemiskinan tidak bisa dilakukan jangka pendek.

Sugiarto mengatakan, pengentasan kemiskinan sebenarnya tidak bisa dibebankan pada gubernur seorang. Menurutnya, kabupaten kota lah yang mempunyai tanggungjawab untuk itu.

“Apa yang dilakukan gubernur, sebetulnya itu mengakselerasi yang seharusnya dilakukan setiap pmimpin di jawa tengah termasuk 35 bupati wali kota yang ada di Jawa Tengah,” kata FX Sugiarto saat dihubungi, Selasa, 21 Juni 2022.

Sugiarto mengatakan, profil kemiskinan di kabupaten kota muncul dari sektor informal dan pertanian. Pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan pertanian, adalah cara yang paling tepat dalam konteks pengentasan kemiskinan.

“Maka cara yang paling tepat tetapi tidak bisa langsung kelihatan hasilnya karena itu proses jangka panjang, itu ya memang umkm kemudian pertanian,” ujar Sugiarto.

Baca Juga: Cek Fakta: Dikabarkan Bendera dan Atribut PDIP Haram Beredar di Tanah Minangkabau, Simak Faktanya

Cara ini tepat karena mengatasi kemiskinan dari sisi pendapatan. Menurut Sugiarto dengan menciptakan lapangan kerja akan berdampak langsung pada pendapatan.

“Cara yang mendasar ya dengan memperbaiki struktur pendapatan mereka yakni dengan lapangan pekerjaan yang menghasilkan dan umkm itu menurut saya salah satu cara yang paling strategis juga di pertanian,” ujarnya.

Adapun program-program seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan listrik murah juga bisa menjadi cara lain. Sugiarto mentakan, cara itu membantu pengentasan kemiskinan dari sisi pengeluaran.

“Dengan lapangan kerja itu cara mengatasi kemiskinan dengan mengembangkan sumber pendapatannya. Jadi ini berbeda tapi dua-duanya mengarah kepada bagaimana kemiskinan itu berkurang,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network