PMK Tidak Hanya Menyerang Sapi, Pemkot Kediri Larang Transaksi Ternak dari Luar Kota

- 13 Mei 2022, 19:00 WIB
Petugas memeriksa sapi-sapi yang ditampung di kadang milik Karantina Hewan Kupang sebelum dikirim ke Banjarmasin dan DKI Jakarta di Kupang, NTT,Selasa (10/5/2022). Sapi-sapi NTT yang dikirim menggunakan kapal kargo dan melewati Jawa Timur terancam tidak dapat dikirim imbas adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah sapi yang berada di Jawa Timur dan Kalimantan.
Petugas memeriksa sapi-sapi yang ditampung di kadang milik Karantina Hewan Kupang sebelum dikirim ke Banjarmasin dan DKI Jakarta di Kupang, NTT,Selasa (10/5/2022). Sapi-sapi NTT yang dikirim menggunakan kapal kargo dan melewati Jawa Timur terancam tidak dapat dikirim imbas adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah sapi yang berada di Jawa Timur dan Kalimantan. /Antara/Kornelis Kaha

PIKIRAN RAKYAT – Banyaknya hewan ternak yang menderita Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur resmi melarang transaksi jual beli ternak dari luar kota.

Hal itu menurutnya, dapat mengantisipasi PMK yang saat ini ditemui di sejumlah daerah termasuk Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Mohammad Ridwan mengatakan, di Kota Kediri saat ini ada sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor ternak sapi.

Namun penyakit ini menurutnya tidak hanya bisa menyerang sapi saja, tetapi juga hewan lainnya seperti kambing, domba, babi dan kerbau dengan tingkat penularan mencapai 91 persen hingga 100 persen.

Baca Juga: Tegas! Polri akan Musnahkan Hewan yang Terpapar PMK, Dipotong Secara Paksa di Tempat Jagal

Dengan begitu, pihaknya tidak akan mengeluarkan surat izin untuk penjualan ternak ke luar kota agar tidak adanya penyebaran PMK ke daerah lainnya.

“Kami tidak keluarkan surat izin untuk penjualan ternak ke luar kota. Untuk tanggap penyakit menular mulut dan kuku ini, kami harapkan pedangang tidak transaksi dengan pedangan dari luar kota,” ucap Ridwan dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

DKPP mengadakan sosialisasi terkait dengan penyakit mulut dan kuku ini kepada para peternak, pedagang di Kota Kediri.

Hal itu menurutnya dilakukan untuk bisa mengetahui penyakit mulut dan kuku, serta mencegah penularan penyakit pada ternak yang akhir-akhir ini viral terlebih lagi di Jatim.

Halaman:

Editor: Nicolaus Ade Prasetyo

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network