Darurat Kesehatan Hewan Ternak, PMK dan LSD Jadi Ancaman Sektor Peternakan

- 20 Mei 2022, 08:00 WIB
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan sapi di salah satu lokasi peternakan di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Jumat, 13 Mei 2022 di tengah merebaknya wabah PMK.
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan sapi di salah satu lokasi peternakan di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Jumat, 13 Mei 2022 di tengah merebaknya wabah PMK. /Antara/Fauzan

PIKIRAN RAKYAT - Mendekati perayaan Idul Adha, Indonesia dihadapkan dengan penyakit hewan ternak berupa penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD). Kedua jenis penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang menyerang hewan ternak berkaki empat.

Temuan kasus PMK sendiri sangat mengejutkan banyak orang. Pasalnya sejak tahun 1986, Indonesia telah didaulat oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) terbebas dari PMK.

Setelah tiga dekade berlalu, kasus PMK muncul kembali. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada ratusan sapi di Aceh dan Jawa Timur yang notabene keduanya merupakan provinsi penghasil sapi terbesar di Indonesia.

Dalam waktu yang singkat, kini jumlah sapi yang terinfeksi PMK mencapai ribuan dan telah meluas ke provinsi lainnya. Hal ini dikarenakan PMK tergolong air borne disease, virus penyebab PMK mampu menyebar cepat dengan bantuan angin sampai ratusan kilometer.

Serangan PMK menyebabkan hewan ternak mengalami luka pada kulit, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, hingga risiko kematian. Persentase kematian akibat PMK pada ternak dewasa memang relatif rendah, berkisar satu hingga tiga persen.

Baca Juga: Cara Mengolah Daging dan Susu Sapi agar Aman Dikonsumsi di Tengah Wabah PMK

Namun untuk anakan yang berumur kurang dari enam bulan, risiko kematiannya dapat mencapai 60 persen. Sejauh ini PMK baru ditemukan pada sapi, sedangkan pada hewan ternak berkaki empat lainnya masih dalam investigasi.

Beberapa minggu sebelum ditemukannya kasus PMK, penyakit kutil sapi atau LSD sudah lebih dahulu terkonfirmasi masuk ke negara kita. Sayangnya, pemberitaan terkait serangan LSD masih terbatas karena bukan tergolong Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Meski demikian, LSD juga berpotensi mengakibatkan kematian pada hewan ternak sehingga keberadaannya juga patut diantisipasi.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network