Peringatan untuk Hardiknas dari Pelajar Penyuntik Narkoba

- 15 Mei 2022, 12:30 WIB
Semakin muda seseorang menyalahgunakan narkoba, semakin panjang masalah yang akan dia hadapi terkait dengan penyalahgunaan narkobanya.
Semakin muda seseorang menyalahgunakan narkoba, semakin panjang masalah yang akan dia hadapi terkait dengan penyalahgunaan narkobanya. /Pixabay/Jaytaix

PIKIRAN RAKYAT - Semakin muda seseorang menyalahgunakan narkoba, semakin panjang masalah yang akan dia hadapi terkait dengan penyalahgunaan narkobanya.

Bulan Mei menjadi salah satu bulan yang penting dalam kalender Republik ini. Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional dan 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sebagai pegiat dan pemerhati penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar, temuan studi barangkali dapat dijadikan bahan pemikiran setidaknya wacana penyusunan program yang berpihak pada pelajar korban penyalahguna narkoba.

Dalam dua tahun terkahir melakukan riset, bolak-balik lapangan, nongkrong, diskusi dengan staf Yayasan Grapiks dan melototi hasil penelitian sebelumnya menjadi rutinitas disampiang rutinitas sebagai ASN.

Baca Juga: Potret Pendidikan: Hasil Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Hasilnya sungguh menyedihkan. Ditemukan semua pelajar dalam studi mulai menyalahgunakan narkoba pada usia sangat muda. Sebagian mengaku menyalahgunakan narkoba sejak Sekolah Dasar. Sebagian lagi saat bersekolah di Sekolah Menengah Pertama. Saat ini mereka sudah menyalahgunakan narkoba antara 5 sampai 8 tahun. Tanpa berhenti.

Sebagian pelajar mengatakan Rokok adalah zat pertama yang mereka salahgunakan sejak SD. Meskipun penggunaan zat tembakau dalam instrumen Assessment to Smoking, Substance Involvement Screening and Testing (ASSIST) masih digolongkan pada resiko rendah, tetapi alat lainnya ASSIST for Teen menggolongkan penggunaan tembakau dalam kategori resiko sedang karena berpotensi menyalahguna zat lain yang lebih berbahaya.

Beberapa pelajar mengatakan sejak merokok, mereka mulai minum-minuman beralkohol dari yang berharga murah seperti tuak sampai merk yang sudah umum diminum orang dewasa.

Selanjutnya mereka mulai mencoba beberapa jenis obat-obatan yang seahrusnya diresepkan oleh dokter. Tramadol menjadi jenis yang sering disalahgunakan pelajar. Bahkan ada pelajar yang mengaku menyalahgunakan Tramadol sejak kelas 4 Sekolah Dasar dan sejak itu tidak bisa ditinggalkan. Kecanduan.

Halaman:

Editor: Tita Salsabila


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network