Ajaran Sesat di Garut Klaim Bayar Rp25.000 Dijamin Masuk Surga, Kemenag: Ini Pembodohan Umat

- 5 Juli 2022, 11:46 WIB
Ilustrasi aliran sesat.
Ilustrasi aliran sesat. /null

PIKIRAN RAKYAT - Kabupaten Garut di Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang masyarakatnya terpapar paham radikalisme atau ajaran sesat.

Berdasarkan catatan Kemenag Kab. Garut, dari 42 kecamatan di wilayah administrasi Garut, sebanyak 41 diantaranya telah terpapar paham radikal.

"Fenomena yang terjadi Garut memang dinamis dan luar biasa. Saya telah menjabat sebagai kepala Kantor Kemenag di 8 daerah di Jabar. Di Garut inilah saya merasakan sungguh luar biasa dinamikanya," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Garut, Dr. H. Cece Hidayat saat acara Dialog Kebangsaan bertema "Membangun Moderasi Beragama, Mengelola Keberagaman, Meneguhkan KeIndonesiaan, Kamis, 30 Juni 2022.

Baca Juga: Tangis Umi Pipik Pecah Saat Ungkit Abidzar Putus Sekolah demi Jadi Tulang Punggung Keluarga

Cece mengungkapkan, beberapa masyarakat di Garut telah terpapar paham radikalisme atau ajaran sesat. Pemerintah telah membuat satgas untuk menangkal paham radikalisme agar tidak makin menyebar luas.

Menurut Cece, paham radikalisme atau ajaran sesat ini mengajarkan hal-hal diluar ajaran agama. Seperti misalnya tidak perlu beribadah, dan sebagai gantinya jalan menuju surga bisa didapat dengan membayar Rp25.000.

"Ada sebuah kejadian yang kami alami. Saat deklarasi 200 warga di Selatan itu, saya berbincang dengan seorang ibu, yang tidak mengakui sebagai WNI," ujarnya.

Baca Juga: Sambil Menangis, Umi Pipik Akui Abidzar Ingin Capai Cita-cita Uje

"Dia diajari gurunya tidak shalat. Sebagai gantinya, cukup membayar infaq Rp 25.000. Dijamin akan selamat dan masuk surga. Ini merupakan pembodohan kepada umat," ujar Cece.

Cece mengungkapkan, masyarakat yang terkena paham radikalisme tersebut adalah mereka yang berada di pelosok Garut selatan.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network