Terbukti Makar, Tiga Jenderal NII Divonis Penjara 4,5 Tahun dan 1,5 Tahun

- 23 Juni 2022, 21:30 WIB
Pengadilan Negeri Garut, Kamis (23/6/2022) menggelar sidang lanjutan kasus dugaan makar dan penghinaan lambang negara yang melibatkan tiga jenderal NII. Dalam putusannya, ketiga tersangka dihukum 4,5 tahun dan 1,5 tahun karena dianggap terbukti bersalah.
Pengadilan Negeri Garut, Kamis (23/6/2022) menggelar sidang lanjutan kasus dugaan makar dan penghinaan lambang negara yang melibatkan tiga jenderal NII. Dalam putusannya, ketiga tersangka dihukum 4,5 tahun dan 1,5 tahun karena dianggap terbukti bersalah. /Pikiran Rakyat/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) dinyatakam bersalah telah melakukan makar dan penghinaan lambang negara.

Majelis hakim Pengadilan Garut pun akhirnya menjatuhkan vonis setelah sempat tertunda selama dua pekan.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut yang dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri, Harris Tewa, Kamis 23 Juni 2022, ketiganya dianggap terbukti bersalah.

Adapun pasal yang dinyatakan terbukti dilanggar ketiga jenderal NII itu adalah tentang perbuatan makar dan penghinaan terhadap lambang negara.

Baca Juga: NII Crisis Center Sebut Ada Anggota yang Gabung dari Non Islam

Majelis hakim pun menjatuhkan vonis terhadap tiga jenderal NII dengan masa hukuman berbeda. Untuk terdakwa Odik Sodikin dan Jajang Koswara, vonis yang dijatuhkan masing-masing 4,5 tahun penjara sedangkan Ujer Januari divonis 1,5 tahun penjara.

"Ketiganya terbukti bersalah telah melakukan makar dan penghinaan terhadap lambang negara. Kami menjatuhkan vonis yang berbeda sesuai peranan mereka dimana dua terdakwa divonis 4,5 tahun dan satu terdakwa 1,5 tahun penjara," ujar Ketua majelis hakim, Harris Tewa.

Menurut Harris, berdasarkan hasil persidangan, ketiga jenderal NII ini secara sah terbukti melanggar pasal 110 KUHP tentang Makar dan pasal 66 jo pasal 24 UU RI nomor 24 tahun 2009 tentang Penghinaan Lambang Negara sebagaimana dalam dakwaan primer.

Ia menjelaskan, sidang pembacaan putusan majelis hakim dalam kasus dugaan makar dan penghinaan lambang negara ini sempat tertunda selama dua pekan.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network