Sri Lanka Tutup Sekolah, Dampak Kekurangan BBM dan Inflasi

- 20 Mei 2022, 12:43 WIB
Warga mengantre untuk membeli bensin di SPBU, di tengah krisis ekonomi negara di Kolombo, Sri Lanka, 16 Mei 2022.
Warga mengantre untuk membeli bensin di SPBU, di tengah krisis ekonomi negara di Kolombo, Sri Lanka, 16 Mei 2022. / REUTERS/Adnan Abidi

PIKIRAN RAKYAT - Pihak berwenang Sri Lanka menutup sekolah dan meminta pejabat publik untuk tidak datang bekerja.

Kebijakan pemerintah Sri Lanka tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kekurangan bahan bakar yang akan berlangsung selama beberapa hari.

Kementerian Administrasi Publik meminta pejabat publik untuk tidak bekerja pada hari Jumat mengingat kurangnya bahan bakar dan masalah fasilitas transportasi di seluruh negeri.

Pemerintah Sri Lanka telah berupaya menemukan uang untuk membayar impor bahan bakar, gas, dan kebutuhan pokok lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Tante Vanessa Angel Menangis Serahkan Setengah Uang Asuransi Rp530 Juta Atas Nama Gala Sky

Sri Lanka yang di ambang kebangkrutan juga harus menghadapi protes dan kerusuhan warga akibat tidak puas dengan kinerja pemerintah, dilansir dari AP News.

Selama berbulan-bulan, warga Sri Lanka harus mengantre demi memenuhi kebutuhan pokok.

Kekurangan pendapatan negara juga menghambat impor bahan mentah untuk manufaktur dan memperburuk inflasi.

Baca Juga: Muncul Gambaran Seperti Apa Dunia Jika Pandemi Fiktif, WHO Diperingatkan

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: AP News

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network