Jangan Tantang Badarawuhi dengan Bikin 'Sesajen' Kalo Tidak Mau Meninggal Seperti Bima di KKN di Desa Penari

- 20 Mei 2022, 14:00 WIB
Jangan tantang Badarawuhi dengan bikin 'Sesajen' kalo tidak mau meninggal seperti Bima di KKN di Desa Penari
Jangan tantang Badarawuhi dengan bikin 'Sesajen' kalo tidak mau meninggal seperti Bima di KKN di Desa Penari //Tangkapan Layar Youtube/MD Pictures

KILASCIMAHI - Kalau tidak ingin meninggal tragis seperti Bima KKN di Desa Penari, jangan membuat sesajen untuk melakukan perjanjian dengan Badarawuhi.

Seperti kita ketahui, Bima meninggal dengan tragis akibat perjanjian dengan Badarawuhi, sosok siluman ular di KKN di Desa Penari dengan membuat sesajen ilmu santet ke Widya.

Dalam film KKN di Desa Penari, Bima membuat sesajen dengan memasukkan foto Widya seperti perjanjiannya dengan Badarawuhi, supaya Widya jatuh cinta kepadanya.

Berita tersebut diketahui oleh Anton yang memberitahu Nur apa yang dilakukan Bima membuatnya janggal.

Baca Juga: Ketahuilah 12 Ciri Ini Orang yang Miliki Khodam Seperti Tokoh Nur dalam Film KKN di Desa Penari

“kancamu kui, gelek gowoh muleh sesajen, trus, di deleh nang nisor bayang’e,” (temanmu itu, sering membawa pulang sesajen, trus dia menaruh benda itu di bawah ranjang)
Nur masih mencoba menahan diri, ia masih tidak bereaksi mendengar Bima di tuduh seperti itu oleh Anton.

namun, seketika emosi Nur tak terbendung saat Anton mengatakan itu.
“trus, nang ndukur Sesajen iku, onok fotone kancamu, Widya, opo, Bima kate melet Widya yo” (trus, di atas sesajen itu, aku menemukan foto temanmu, Widya, apa, Bima mau pelet si Widya ya)

“awakmu gor di jogo yo lambene, ojok maen fitnah yo” (kamu itu, tolong di jaga mulutnya, jangan maen fitnah seperti ini)
“nek awakmu gak percoyo, ayok tak jak nang kamare, ben awakmu ndelok, nek aku gak mbujuk” (kamu kalau gak percaya ayo sini ikut, tak tunjukkan kalau aku-

tidak pernah berbohong)
mendengar Anton menantang seperti itu, saat itu juga, Nur mengikuti Anton yang tengah berjalan menuju tempat mereka menginap.

Halaman:

Editor: Dwi Surya Andhika


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

x